tautan, irisan

Saat dua buah himpunan beririsan maka akan ada daerah Irisan yang melambangkan keterpautan kedua himpunan tersebut.

Adalah hati pujn bisa seperti himpunan. Saat kita berinteraksi dengan orang orang maka akan ada reaksi antar himpunan hati.

Ada kalanya bersinggungan ada kalanya berjauhan dan tak menutup kemungkinan akan adanya irisan.

Irisan antara dua hati melambangkan adanya kesamaan, entah kesamaan pemikiran, kessamaan karakter, cara pandang , hobi, kebiasaan dan lain lain.

Irisan inilah yang membuat inetraksi antara dua pemilik hati nyaman. KArena irisan ini membuat mereka berada dalam zona yang sama. Dampak positifnya adalah mereka saling menguatkan, dan dampak negatifnya adalah mereka saling membuat pembenaran.

Dalam memaknai irisan ini perlu adanya himpunan semesta yang menjaga agar hanya nilai himnpunan yang baik saja yang ada sehingga infeksi nilai buruk dalam himpunan dapat ditiadakan.

***************************************************

antara

dalam bukunya breaking the time, satria hadi lubis menyarankan untuk mewaspadai waktu luang antara dua kegiatan. karena waktu luang antara dua kegiatan dapat melenakan sehinga kegiatan selanjutnya bisa terabaikan.
#######
waktu antara, merupakan waktu yang menggambarkan jarak, jeda, selisih. Biasanya nilainya tak besar atau lebih tepat dikatakan singkat namun ketidak besarannya itu, kesingkatannya itu yang membuatnya perlu diwaspadai, perlu diperhatikan.
katakan kita tiba lebih awal dari waktu perjanjian dengan seorang kawan dan kawan itu datang sedikit telat dari waktu yang dijanjikan. maka waktu antara yang tercipta akan mampu menyita emosi kita. bete, kesel, menyesal, marah dan pastinya gak sabar.
atau saat istirahat siang kita main ke warnet untuk download attachment dari seseorang dan sekalian buka fb.. nah karena keasyikan waktu antara sampai masuk kerja lagi bisa terlewati.

atau saat teman teman sedang menunggu pengumuman penerimaan masuk perguruan tinggi…

waktu antara.. memang perlu diwaspadai!

Posted in kata hati. Tags: . Leave a Comment »

alter

Ada kalanya saat kita menjadi bukan kita keseharianya. Contohnya saya tukang racik obat yang klo di rumah bakalan asyik berkutat dengan hape, atau menjelajah umpukan buku yang sebagian belum selesai terbaca..

Saya saat menyiapkan resep onbat saya rasakan berbeda dengan saya yang berhadapan dengan board hape, berhadapan dengan kabel data, berhadapan dengan patch patch yang hendak di tanam ke hape (walau kadang berinterverensi juga saat menghadapi komputer di tempatkerja wekekekekekek)..

Dan saya yang menghadapi hape akan berbeda pula dengan saya saat menikmati buku atau saat saya menarikan jari di atas keyboard.

Tidak memaknai secara ekstreem tapi saya anggap itu adalah alter saya, sisi lain saya yang memiliki kapasitas dan fungsi berbeda dari keseharian.

Alter, definisi

saya kutip dari sini makna alter antara lain adalah

–verb (used with object)

1. to make different in some particular, as size, style, course, or the like; modify: to alter a coat; to alter a will; to alter course.
2. to castrate or spay.
–verb (used without object)

3. to change; become different or modified.

Origin:
1350–1400; ME < OF alterer < LL alterāre to change, worsen, deriv. of L alter other

al⋅ter⋅er, noun


1. See adjust, change.

Kata ini juga populer dalam dunia per anime an sebagai sisi lain yang ada dalam diri, mungkin kayak double personaliti lah hehehe.

Alter dalam blog.

Blog ini adalah alter dari blog saya yang lain dieyna.wordpress.com dan saya mengetahui ada beberapa rekan bloger yang emiliki lebih dari satu blog. Sebagian ada yang menggunakan blog lain itu sebagai sarana bereksperimen dengan gaya tulisan yang lain. Sebagian ada yang menggunakan untuk mendongkrak popularitas blog utamanya.

Alter on Net

TAk cuma di blog saja ternyata di Fs, FB dan jejaring sosual maya lain kadang ada yang menggunakan beberapa identitas tentunya dengan berbagai keperluan juga.

BAgi saya hal ini hanya menunjukkan alternatif ekspresi dari seseorang saja, terlepas apakah ada muatan lain atau tidak.

So apakah kamu punya alter?

kau hendak apa

saat semua kau katakan

saat semua kau gunjingkan

saat semua kau cemoohkan

semua kau benturkan dengan alasan

dan tanpa adanya apa yang kau lakukan

Pun jika cerita tak begini adanya akankah kau hentikan bicara  cela

pun cerita begini adanya girang tentunya apa yang hendak kau kata tercapai jua..

ah jika memang niatmu bicara benralah adanya apa yang ada

sang komentator sepakbola laiknya dirimu saja

######################

unek unek atas sebuah kefahaman

seni dalam keterbatasan

Keterbatasan adalah bukan halangan untuk selalu berkreasi. Gak percaya? suatu ketika batere sl45 saya ngambek gam mau di charge. Solusinya tentu saja beli batere baru, ori ataupun nggak. MAsalahnyanyari batere sl45 tuh harus hunting dan harganya pun relatif gak murah.

Saat keterbatasan itu muncul maka ide mepet saya muncul. Saya memutus konektor batere asli sl45 saya dan mengganti baterenya dengan batere merk lain. HAbis perkara, sl45 saya bisa idup lagi dengan kekuatan lebih lama. (Secara sl45 kan baterenya 450mah batere yang saya pake 900 mah)

Atau tengok juga siafa dengan laptopnya.

Kondisi mepet membuat kreasi muncul.. atau malah keterbatasan itu yang memicu kreasi baru.

Saya tidak menatakan kalau kita harus selalu mengalami keterbatasan, saya hendak menyampaikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berhenti berkreasi. Jika keterbatasan itu adalah tembok maka ambillah godam. atu tangga, atau tali.

Saya percaya tiap ujian adalah sebuah batasan yang harus kita lewati untuk menapaki jenjang yang lebih tinggi.

Mungkin ada yang akan membantah “tetap saja persiapan yang matang yang akan membuahkan hasil yang memuaskan”

TApi para praktisi di lapangan akan bisa bicara “Tetap saja konsep tak akan selamanya berjalan sesuai dengan kenyataan. Improvisasilah yang menyelamatkan jika kondisi tak sesuai gambaran.”

Adaptasi, kreasi, dan pengembangan pikiranlah yang mampu mengatasi kesulitan kesulitan yang menghadang. Ketrbatasan dana, sumberdaya, logistik.. jika dimaknai apa adanya maka akan menghentikan langkah kita. NAmun jika kita melihat dari sudut pandang berbeda maka keterbatasan keterbatasan itu akan memacu diri kita untuk kreatif memaksimalkan keterbatasan itu untuk mencapai hasil optimal.

#################################################
“Air yang dibendung akan selalu mencari celah untuk melewati bendungan”

Memaknai evaluasi (itu)

Pekan ini rekan klinik masih menikmati liburan setelah berjibaku dengan ujian di kampusnya. Menikmati liburan memang walau kerja sudah menumpuk karena rekan kerja yang lain terbaring sakit.

Bicara tentang evaluasi, kadang saya bertanya tentang validitas hasil evaluasi. Apalagi yang dievaluasi adalah sikap, moral, etika. Mengingat masa-masa SMA dulu (belum terlalu lama loh..  lol) membayangkan masa masa ujian yang menghadang maka langkah yang saya ambil adalah SKS (Sistem Kebut semalam) dan waktu di kampus mengalami kemajuan dengan sistem SKSS (Sistem Kebut Setelah Shubuh).

Hasilnya? jangan ditanya klo kebetulan masa masa KBM aktif saya belajar rajin ya SKSnya akan efektif karena cuma mereview bahan yang sudah diendapkan dalam otak. Tapi klo sebelum ujian jarang belajar.. ya hasilnya bisa kebayang deh.. banyak masuk.. bayak yang lupa. Alhasil sewaktu menghadapi kertas ujian.. blank.. ujung ujungnya.. mengarang indah (TApi klo mata ajar matematika mengarang indahnya gimana yah :p )

Itu ujian yang barometer kelulusannya jelas. lalu bagaimana dengan mata ajar PPKn? etika? moral? mengingat kadang sikap kita dipengaruhi kondisi hati dan lingkungan apakah evaluasi yang dilakukan akan benar-benar valid?

Saya tak hendak menyoal para evaluator (karena akan bicara panjang lagi terkait barometer evaluasi dan subjektivitas para evaluator) saya cuma hendak bertanya tanya berapakah skor saya kali ini (yang jelas gak bagus bagus amat)

##################

Teruntuk sahabat yang berhasil kali ini

Teruntuk sahabat yang pake sistem SKS

Teruntuk saya yang cuex sama ujian kali ini

Teruntung para gentong

May be Yes, maybe no

Ada kalanya saya terkena bumerang ambiguitas yang saya buat sendiri.

deklarasi “May be yes maybe No” salah satunya.

Antara harapan mewujudkan targetan May dan keinginan menjadikan targetan May itu sebagai bahagian dari yang tersamarkan membuat saya meneklarasikannya sebagai “May be yes maybe no”

tentu saja ada pihak pihak yang memaknai frase pertama sebagai sebuah kebenaran.. dan memang harapan lah yang terkandung dalam frasa pertama tersebut namun tak sedikit menganggap kefdua frasa itu sebagai sebuah candaan, seperti keinginan saya untuk membuatnya tersamarkan.

Namun tersadari atau tidak saya punkerap mendengungkan kedua frasa tersebut yang ada kemungkinan kedua frasa inilah yang mengendap dalam alam bawah sadar saya.

Ya ada baiknya jika saya lebih jujur dalam berdeklarasi, bukankah pilihannya adalah berkata yang baik atau diam..

So tetep,  May be Yes !!!!!!

pada sebuah fase

Menggagas semangat, bukan melambat

ganbatte!! semangat.. semangat!!

ganbatte!! semangat.. semangat!!

Adalah bahwa kehidupan itu memiliki fase itu yang saya fahami. Lahir, merangkak, tumbuh gigi menjadi dewasa

“Syir baru tujuh tahun lulus sma, masih banyak yang perlu lu pelajarin” ujar seorang teman mengingatkan

“Kampus lingkungan adalah sekolah kehidupan dimana penilaian berlangsung setiap saat dan tiap tipa kita adalah yang menilai dan dinilai”

Masa tujuh tahun, berbagai fase sudah teralami baik, buruk senang sedih, semua menjadi bumbu dalam kehidupan dan gizi untuk pemikiran.

Ada selalu konflik yang mewarnai fase fase itu dan apapun itu tentunya akan mewarnai pola kehidupan..

YA fase  dalam tujuh tahun ini jika digambarkan dalam grafik mungkin adalah grafik yang menurun (jika dihitung rataannya).

Dan pada setiap evaluasi fase itu penurunan nampaknya adalah indikasi yang terlihat.

terlepas dari penilaian siapa dan untuk apa muncul pertanyaan dalam diri ini apakah sudah puas?

Apaj\kah ini grand design kehidupan yang diinginkan?

Ah rasanya spontan saja diri ini hendak menjawab kalau perlu berteriak.. TIDAK.

Pun adanya apa dalam diri ini bukankah itu tak menghalangi untuk terus memacu diri untuk maju melangkah seundak demi seundak. bukankah beraneka teman yang sudah lebih dahulu melangkah dan mengundak pun kadang mengalami resesi semangat dan penurunan produktivitas.

Tidak saya tak hendak mencari pembenaran tapi menjadikan fakta yang ada sebagai cemeti yang harus bisa digunakan untuk melecut semangat diri.

Pun kita berada di tempat berbeda maka saya akan berupaya menjadikan diri ini lebih baik dan lebih baik lagi, dan rekan sekalian yang sudah melangkah duluan adalah finish finish kecil yang harus saya lalui dan saya lampaui.

tujuh tahun sudah selepas sma saat kita berbaris bersama dan memulai langkah di jalan masing masing..

saya kan terus memupuk semangat bukan melambat

once upon a time

re (onion)

Suasana klinik siang ini masih saja ramai dengan puyer-puyer yang harus ku kerjalkan. Argh apalagi masih sejam yang akan datang asisten apoteker akan datang dan apoteker sedang istirahat makan.

Siang ini kembali membosankan karena monotonnya. Dendangan lagu masih menhentak dari Pda yang sengaja kusetel kencang untuk membunuh jemu.

“Mas resep” kata salah seorang ibu yang mengantarkan anaknya berobat.

“TAruh aja di etalase Bu, nanti saya ambil” kataku sambil tersenyum.

Fiuh puyer lagi. Itu yang terpikir saat kuraih resep yang baru saja datang. Ah masih ada empat resep yang harus kukerjakan.

Saat konsentrasiku penuh kepada resep pintu apotik dibuka dan masuklah Mas Gi.

“OOm nih kembalian belanjanya” katanya seraya menyodorkan gulungan uang. Bener uangnya digulung loh dan di tengahnya tampak sehelai kertas putih, nota belanja yang selalu kupinta jika ada yang meminta uang.

“Iya makasih ya”

MAs Gi menganggukan kepala. Tanpa diminta ia meraih resep yang kutumpuk

“Oom Syiro mana yang belum”

“Yang dia atas masih satu lagi puyernya mas”

MAs Gi pun mengangguk dan mengambilkan obat yang tercantum di resep.

Well not bad afterall karena dah sering bantuin Mas Gi dengan cekatan mengurusi resep yang ada. dan setelah selesai tugaskulah menjelaskan obat ke pasien.

Fiuh Thanks to Gi resep yang menumpuk bisa berkurang dengan cepat.

“HAi MAs Gi.. Hi Om Syiro” sapa Asisten apoteker yang baru datang

“Gi, tanggung jawab tuh semua pada manggi OOm masa orang muda keren gini dipanggil OOm sih?”

“hehehe biar beda sama yang laen dong Om”

Ada ada aja sih. Well gak ngaruh juga sih lagian bukan kali ini kok dipanggil dengan sebutan hormat kayak gitu.

Suasana yang membosankan mulai reda karena di ruang apotik itu aku AA dan MAs Gi mengisi waktu sembari menyiapkan obat dengan perbincangan yang menyenangkan.

Akhirnya selesai juga kerja hari ini. Well even start hari ini kurang menyenangkan sisanya lumayan gak bikin ngantuk.

Dan saat kuhendak melangkahkan kaki keluar sebuah kjutan sudah menanti. ada HAna di sana tersenyum ramah menyapaku

“HAi Syir”

Mungkin hari ini akan makin menyenangkan

Hana falls

Hana falls

Posted in fiksi. Tags: . 1 Comment »